Menu

:
  • Home
  • Artikel
  • Jangan Sampai Harga Pangan Terus Mendaki

Jangan Sampai Harga Pangan Terus Mendaki

Dipos Oleh : Admin LP3M
Dibaca : 891 kali
09 Juni 2015 14:13:30

Oleh: Ramen A Purba,S.Kom., M.Kom.

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan menyebutkan, stabilisasi pasokan dan harga pangan, pengelolaan cadangan dan distribusi pangan pokok menjadi tugas pemerintah. Tetapi sepertinya pemerintah sedikit pun tidak mengamalkan isi UU tersebut. Saat ini harga dengan mudah dipermainkan dan terus dikerek naik. Memasuki masa-masa menjelang puasa Ramadhanharga kebutuhan pokok bergerak tidak stabil.

Harga daging sapi yang sebelumnya Rp 95 ribu naik menjadi Rp 98 ribu per kg, tomat dari sebelumnya Rp 9.000 naik menjadi Rp 12 ribu per kg, bawang merah dari Rp 24 ribu menjadi Rp 30 ribu per kg dan cabai dari Rp 30 ribu menjadi Rp 40 ribu per kg. Lonjakan harga juga terjadi pada beberapa varian sayuran.

Kondisi di atas tentu membuat daya beli masyarakat menjadi menurun. Selain itu, kesusahan tentunya kembali menjadi milik masyarakat karena pada kondisi tertentu harus membeli kebutuhan tersebut meski harga sangat tinggi. Tentunya harus ada solusi yang diberikan terkait keadaan ini, sehingga masyarakat dapat terbantu dan sedikit terlepas dari beban kesusahannya.

Pemerintah tidak boleh lengah dan bergerak lambat, karena lonjakan harga ini berkaitan erat dengan inflasi. Inflasi Mei 2015 merupakan inflasi tertinggi sejak enam tahun terakhir yaitu sebesar 0,5%. Selain itu, laju inflasi tahunan sebesar 7,15%, juga masih jauh di atas target akhir tahun 5%. Pernyataan pemerintah tentang produksi nasional aman, bahkan meningkat, kembali menjadi sulit dipercaya karena terbentur logika harga. Menyikapi hal ini pemerintah sebaiknya jangan mempergunakan prinsip "biar lambat asal selamat", karena kondisi-kondisi yang terjadi di lapangan bisa saja akan berubah sangat cepat.

Salah satu solusi yang sangat diharapkan untuk mengendalikan harga ini yaitu, presiden segera mengeluarkan peraturan presiden (perpres) tentang pengendalian harga pangan. Tetapi harapan masyarakat tersebut dimentahkan dengan pernyataan Menko Perekonomian Sofyan Djalil yang mengatakan perpres tersebut masih perlu banyak pembahasan. Pembahasan matang memang perlu untuk kebijakan yang tepat. Namun, dalam kondisi harga sejumlah komoditas yang telah melambung dua kali lipat, bahkan lebih, jurus lambat hanya akan menambah gejolak. Sofyan Djalil harus menyadari tingginya harga akan membuat pedagang dapat memanfaatkan teori suplai yang kurang, sehingga dengan mudahnya dapat kembali melakukan penaikan harga.

Makin lambatnya upaya stabilisasi harga dilakukan berarti membiarkan para tikus pangan beraksi. Mereka akan makin leluasa mengeruk keuntungan dan menghembuskan desakan impor. Karenanya, pemerintah harus segera menyiapkan instrumen komplet, mulai dari harga, cadangan, pengendalian ekspor-impor, hingga jaminan sosial dalam bentuk pangan bersubsidi. Tidak kalah penting, pemerintah juga harus memperbaiki penyakit lama, yakni tersendatnya distribusi dan menumpuknya pasar pangan di tangan segelintir orang. Jangan biarkan rakyat terus bertarung melawan harga hingga mereka tak berdaya. Kemudian, perpres pengendalian harga pangan yang diharapkan itu segeralah dikeluarkan karena diasumsikan tidak hanya akan berdampak di waktu menjelang Ramadhan, tetapi juga untuk jangka panjang. Tentunya proses dan gerak cepatlah yang bisa mewujudkan semuanya itu. Pemerintah harus bergerak cepat dan tepat, sehingga harapan masyarakat agar harga pangan tidak semakin naik bisa terjadi. Jangan tambah penderitaan masyarakat dengan tidak stabilnya harga kebutuhannya. Presiden harus menggenjot kinerja tim ekonominya agar harapan-harapan masyarakat bisa terlaksana.

Operasi Pasar
Salah satu upaya yang dapat dilakukan pemerintah dalam meredam lonjakan harga bahan kebutuhan pokok antara lain salah satunya melalui instrument operasi pasar dan pasar murah yang dapat digelar oleh pemerintah daerah dan instansi pemerintah. Kegiatan operasi pasar dan pasar murah bisa lebih ditekankan pada komoditas yang harganya sudah terlampau tinggi dan pasokannya juga makin berkurang seperti beras, minyak goring, telur ayam dan daging sapi. Dengan dilakukannya operasi pasar dan pasar murah ini diyakin pasti akan sangat membantu masyarakat untuk melakukan pemenuhan kebutuhan hidupnya.

Manfaat-manfaat yang diperoleh dari kegiatan operasi pasar dan pasar murah ini antara lain, Pertama, membantu masyarakat tidak mampu untuk membeli barang dengan harga murah. Kedua, menjadi "pendulum" untuk menekan harga barang, terutama jika operasi pasar dan pasar murah dilakukan secara masif. Kegiatan operasi pasar dan pasar murah juga bisa dijadikan sebagai momentum bagi pemerintah untuk menginformasikan terus turunnya harga bahan pokok. Informasi ini penting disampaikan. Selain untuk menunjukkan prestasi pemerintah, hal itu juga untuk memberikan efek psikologis kepada para pedagang, pemasok maupun konsumen.

Melihat dampak positif yang bisa dipetik, maka tidak ada salahnya jika pemerintah pusat terus berusaha mendorong agar pemda, instansi-instansi pemerintah dan BUMN untuk mengintensifkan kegiatan operasi pasar dan pasar murah. Karena, jika harga bahan pokok turun akan berpengaruh pada laju inflasi yang terjadi. Kegiatan operasi pasar dan pasar murah juga harus didukung oleh kecerdasan masyarakat selaku konsumen dengan tidak melakukan aksi borong. Sifat cerdas tersebut akan membuat para spekulan tak berkutik, karena jika menimbun barang mereka pasti merugi. Begitu banyak dampak positif yang terlihat dari pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah. Karenanya, ini bisa menjadi salah satu solusi yang digalakkan oleh pemerintah untuk meredam lonjakan harga kebutuhan pokok. Pemerintah juga terbantu, masyarakat akan lebih terbantu lagi. Yang tidak kalah penting, tingkat kepercayaan masyarakat sudah dipastikan akan lebih meningkat terhadap pemerintah karena upaya-upaya mensejahterakan benar-benar dilakukan oleh pemerintah.

Hendaknya ketika memasuki masa-masa hari keagaamaan, biarkan masyarakat menjalaninya dengan penuh hikmat dan ketenangan. Jangan lagi masyarakat dibebani dengan kesulitan-kesulitan terkait melonjaknya harga kebutuhan. Tugas pemerintahlah untuk mewujudkan suasana tersebut dengan strategi-strategi ekonomi yang mereka yakini bisa menjadi solusi dari kesulitan masyarakat tersebut. Tentunya kita juga harus mendukung setiap upaya yang dilakukan oleh pemerintah terkait pemenuhan kebutuhan kita. Dukungan yang kita berikan sudah pasti akan menjadi suplay kekuatan yang tentunya sangat berarti bagi maksimalnya kinerja pemerintah terkait menekan lonjakan harga kebutuhan.

Mari hadapi dan jalani hari besar keagamaan dengan tenang, kondunsif, dan baik. Tidak perlu susah memikirkan lonjakan harga, karena kita yakin pemerintah mampu untuk mengatasinya.

(Ramen Antonov Purba)

Artikel ini telah dimuat di Medan Bisnis edisi Selasa, 09 Juni 2015

Link : http://mdn.biz.id/n/168309/