Menu

:

Melawan Pemburu Rente Pangan

Dipos Oleh : Admin LP3M
Dibaca : 882 kali
09 Juni 2015 14:20:48

Oleh: Ramen A Purba,S.Kom., M.Kom.

Menjelang hari besar keagamaan harga pangan selalu membubung hingga tidak terjangkau rakyat kebanyakan. Rakyat melihat ada bahan pangan di depan mata tapi tak kuasa membelinya. Situasi seperti inilah yang tengah dihadapi masyarakat dalam tiga pekan terakhir. harga sejumlah bahan pangan, seperti beras, telur, daging dan cabai, terus naik, belum bisa sepenuhnya dikendalikan. Para pemain sektor pangan masih leluasa memainkan stok, distribusi, bahkan mengutak-atik harga. Bahan pangan ada dan diproduksi sekitar 46% tapi masih saja dikuasai tangan-tangan jahat para pemburu rente. Ancaman sanksi, bahkan denda hingga Rp 50 miliar bagi penimbun pangan yang menyulut naiknya harga memang terus digaungkan, namun "gertakan" itu tidak juga membuat para mafia pangan ciut nyali.

Ironis memang ketika sumber agraria sangat melimpah yang dimiliki tak kunjung mampu menghadirkan kedaulatan pangan bagi jutaan rakyat. Kondisi seperti ini jelas sangat tidak sehat bagi sektor pangan yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak. Di negara mana pun di kolong langit ini, segala hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak pasti tak boleh luput dari pengawasan negara. Negara harus hadir, bekerja dan memastikan hal menyangkut hajat hidup itu berjalan mulus. Tetapi kenyataan yang terjadi di negara kita sedikit berbeda. Pedagang masih menjadi faktor utama penentu harga. Tentunya paradigma dari kondisi ini harus segera diubah. Jangan biarkan ada pemburu-pemburu rente yang bermain terhadap harga dan kondisi pangan di pasar. Rakyat yang sudah sengsara jangan diberikan tambahan kesengsaraan lagi. Harus ada langkah yang efektif dan cepat dari pemerintah untuk menyikapi hal ini, agar kondisi tidak semakin menyedihkan.

Solusi yang paling baik untuk menghadapi para pemburu rente ini menurut penulis ada beberapa langkah, antara lain:
1. Penyimpanan pangan di tingkat pedagang dari semula tiga bulan ubah menjadi kurang dari tiga bulan
2. Tegakkan aturan dan sanksi sebagaimana telah diamanatkan di dalam undang-undang
3. Segera terbitkan peraturan presiden yang berisi beleid tentang pengendalian harga pangan sebagai patokan referensi harga
4. Beri hukuman yang berat kepada para pemburu rente karena aksi yang mereka lakukan tidak kalah jahat jika dibandingkan dengan tindak pidana korupsi, terorisme dan narkoba
5. All-out membenahi jalur distribusi bahan pangan dengan memanfaatkan seluruh moda yang ada, baik darat, laut maupun udara
6. Melakukan sosialisasi kepada segenap masyarakat terkait tidak baiknya melakukan tindakan penimbunan pangan

Dengan langkah serempak tersebut, tangan negara akan makin kukuh dan lambat laun para penjahat pangan akan terjerat. Kalau di sektor energi, khususnya migas, kuasa negara mulai tampak, karenanya hal serupa juga harus dilakukan di sektor pangan. Sektor pangan merupakan sektor terpenting dalam kehidupan karena terkait dengan urusan perut yang sangat sensitif. Karenanya harus dilakukan terobosan yang baik. Selain itu, pemerintah juga harus melakukan sinergi dengan masyarakat terkait pemberantasan ini, apabila perlu pemerintah bisa membuat nomor kontak laporan agar apabila ada masyarakat yang memiliki info tentang penyimpangan terkait penimbunan pangan dapat langsung melaporkan sehingga bisa langsung ditindak tegas.

Menyelamatkan Daya Beli
Kehadiran sebuah kebijakan dianggap sebagai upaya untuk menanggulangi berbagai macam permasalahan-permasalahan yang dialami oleh masyarakat. Karenanya dalam kaitan dengan para penimbun pangan ini, penulis sangat mengharapkan kebijakan yang baik dan maksimal dari pemerintah. Daya beli masyarakat tentunya harus diselamatkan. Masyarakat jangan dibiarkan hidup dalam kekakuan ekonomi, sehingga memperlihatkan respons negatif terhadap produk pasar yang seharusnya menciptakan respon positif bagi masyarakat.

Salah satu kebijakan yang menurut penulis yang sangat efektif untuk dilakukan pemerintah yaitu kebijakan program pasar murah setiap minggu yang diperuntukan bagi masyarakat. Kebijakan ini terbukti mampu menyelamatkan daya beli masyarakat. Masyarakat tidak perlu ditakutkan dengan harga, karena pemerintah sudah membuat harga sesuai kemampuan daya beli masyarakat. Selain itu, konsep kebijakan pasar murah ini, bisa juga membuat para penimbun pangan menjadi kalang kabut mengingat trik pasar yang meraka gagas tidak berhasil dan malah bisa jadi menjadi blunder bagi mereka yang bukannya mendatangkan keuntungan, malah bisa jadi rugi.

Selain itu masyarakat juga harus menjadi pembeli yang cerdas dan selektif dalam memilih. Jangan membeli produk yang bukan merupakan kebutuhan penting merupakan salah satu tindakan cerdas dalam menghadapi situasi ekonomi yang terjadi saat ini. Tujuannya, agar kondisi masyarakat bisa lebih baik dari segi penanganan kondisi ekonomi minimal di ruang lingkup keluarga. Sehingga, dengan demikian daya beli masyarakat akan tetap stabil meski hanya untuk beberapa komponen tertentu yang tentunya paling dibutuhkan.

Kita tentunya harus memenangi pertempuran dengan rente pangan. Kita tentu berharap daya beli tetap stabil dan para rente pangan juga bisa dihabisi dan dikendalikan pergerakannya. Tujuannya agar menghadapi waktu kedepan, kita tidak lagi dipusingkan dengan harga-harga kebutuhan yang melambung tinggi melewati ambang batas kemampuan masyarakat, sehingga ujung-ujungnya daya beli masyarakat menjadi rendah bahkan tingkat persentasenya sangat turun dan memperburuk kondisi perekonomian tanah air kita.

Perekonomian yang stabil dan senantiasa terjangkau merupakan impian bersama. Masyarakat tentunya tidak ingin senantiasa berada dalam himpitan kesulitan. Karenanya kondisi ekonomi saat ini harus kita hadapi bersama dengan kompak. Masyarakat dan pemerintah harus bersinergi, terkhusus untuk menghambat dan menghabisi sepak terjang para pemburu rente yang permainannya cenderung tidak baik menjurus kasar. Semuanya bertujuan untuk memulihkan kondisi ekonomi kita sehingga dapat menduduki tempat yang stabil.

Terkhusus menjelang puasa, tentunya masyarakat memikirkan untuk membeli beberapa kebutuhan khusus yang jumlahnya juga tidak sedikit, tentunya kondisi harga yang tidak stabil akan memusingkan proses-proses yang dilakukan. Oleh karena itu, mari kita sama-sama mengawasi dan mengontrol kondisi perdagangan dilapangan, agar terlepas dari kegiatan penimbunan dan permainan naik-menaikkan harga.

(Ramen Antonov Purba)

Artikel ini telah dimuat di Harian Analisa edisi Sabtu, 30 Mei 2015

Link : http://mdn.biz.id/n/166592/