Menu

:
  • Home
  • Artikel
  • Waspadai Jeratan Mavrodi Mondial Moneybox

Waspadai Jeratan Mavrodi Mondial Moneybox

Dipos Oleh : Admin LP3M
Dibaca : 623 kali
24 April 2015 11:39:47

Oleh: Ramen A Purba S.Kom, M.Kom

Bisnis ini menghebohkan masyarakat Indonesia karena menjanjikan keuntungan hingga 30% tiap bulan. Keuntungan itu didapat tanpa harus melakukan apa-apa. Anggota tinggal menyetor sejumlah uang dan dalam satu bulan dijamin ada dana tambahan 30% dari yang disetor.

Tentunya merupakan bisnis sangat menarik. Hanya menyetor sejumlah uang, setelah satu bulan saldo akan bertambah. Tetapi muncul pertanyaan, dari mana keuntungan sebesar 30% itu bisa begitu cepat diperoleh? Secara logika tentu tidak masuk akal, mengingat iklim perekonomian Indonesia saat ini cenderung tidak stabil. Karenanya, masyarakat harus sangat waspada terhadap investasi semacam ini.

OJK (Otoritas Jasa Keuangan) bersama Satgas Waspada Investasi mengidentifikasi kegiatan menggerakkan dana masyarakat oleh Mavrodi Mondial Moneybox (MMM) atau disebut juga manusia membantu manusia berpotensi merugikan masyarakat. Kegiatan ini disebut menyerupai money game atau permainan uang dan ponzi scheme yang sangat berisiko terjadi kegagalan untuk mengembalikan dana msyarakat.

Deputi Komisioner Manajemen Strategis IB OJK, Joni Swastanto, mengatakan, MMM tidak memiliki izin dari instansi berwenang, tidak ada kejelasan tentang bentuk badan hukum dan domisili hukum, juga tidak memiliki struktur organisasi dan penanggung jawab kegiatan. Hal ini semakin memperjelas, masyarakat harus berhati-hati terhadap bisnis MMM.

Kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Ardiansyah Parman, meyakini investasi MMM akan merugikan anggotanya. Pernyataan Kepala BPKN ini masuk akal, karena pasti suatu saat ada kondisi jumlah uang yang dikeluarkan dan diterima MMM keluarkan akan berbeda.

Sistem MMM akan sangat cepat merespons setiap akun yang baru bergabung. Dengan respons cepat mereka mencoba meyakinkan pemain baru sehingga percaya dengan sistem yang dibuat, meskipun harus mentransfer uang ke rekening pemain lain yang tidak dikenal. Jadi seperti gali lubang tutup lubang. Ketika masih ada yang menutupi, kondisi masih aman-aman saja, tetapi ketika tidak ada lagi yang menutupi dan lubang yang harus ditutup semakin banyak maka pasti ke depan akan terjadi keributan.

Seseungguhnya investasi MMM sangat berbahaya karena memakai sistem piramida yang dilarang dalam UU Perdagangan. Bahkan, sistem money game semacam itu sudah menipu banyak korban di Rusia. Oleh karena itu, satu-satunya cara agar masyarakat tidak tergiur investasi seperti MMM ialah dengan membekali mereka pengetahuan yang benar. Misalnya, dengan melakukan sosialisasi tentang dampak ke depan permainan MMM. Selain itu, masyarakat Indonesia juga harus sadar, dahulu dalam tahun 90-an juga muncul tren BMA yang memiliki konsep sama. Pada awal-awalnya semua baik-baik saja, tetapi akhirnya banyak masyarakat menjadi korban karena uang sudah terlanjur disetor tetapi keuntungan yang dijanjikan tidak kunjung diberikan. Parahnya lagi, para manajemen BMA melarikan diri dari tanggung jawab.

Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengaku telah memberikan rekomendasi kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk segera memblokir situs dan iklan MMM. Sikap Sofyan Djalil ini tentunya sangat masuk akal, mengingat jalur online dan iklan merupakan media marketing terbaik saat ini untuk menarik konsumen.

Ada baiknya Kementerian Komunikasi dan Informatika gantian menayangkan iklan sosialisasi dengan mengimbau masyarakat, melakukan transaksi keuangan apa pun dalam bentuk investasi hendaklah selalu memperhatikan rasionalitas, risiko, biaya dan manfaat, sehingga tidak mudah terpengaruh kemudahan-kemudahan mendapatkan keuntungan sebagaimana ditawarkan pihak-pihak yang secara managemen tidak jelas.

Cari  yang Jelas

Saat ini sesungguhnya informasi tentang kegiatan cara gampang cari uang, seperti MMM, bisa diperiksa sah atau tidaknya kegiatan yang dilakukan. Masyarakat bisa menyampaikan pertanyaan dan meminta informasi dari OJK melalui layanan konsumen terintegrasi mengenai penawaran investasi/ajakan pengelolaan uang yang menjanjikan tingkat imbal hasil sangat tinggi di luar batas kewajaran. Ini menjadi penting agar masyarakat tidak tertipu melakukan investasi dengan iming-iming keuntungan besar tanpa proses yang bertele-tele. Terkadang kondisi perekonomian yang tidak stabil seperti saat sekarang ini bisa jadi dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan dalam kesusahan masyarakat.

Mengingatkan kembali agar masyarakat bersikap bijaksana dalam berinvestasi, masyarakat harus rasional melihat peluang bisnis yang sedang berkembang atau ditawarkan kepada mereka. Secara rasional kita berpikir tidak ada usaha apapun saat ini yang dengan gampangnya memberikan keuntungan sebesar 30 persen hanya dalam waktu 1 bulan. Karenanya sikap masyarakat harus hati-hati dengan program-program seperti MMM ini. Jangan hendaknya yang susah menjadi semakin susah karena terjerat bisnis yang tidak jelas yang menawarkan iming-iming keuntungan yang luar biasa.

Lebih baik mencari usaha atau bisnis yang jelas dan dapat diterima oleh logika akal sehat. Lebih baik menahan diri untuk tidak berinvestasi pada usaha yang tidak jelas. Carilah tempat investasi yang memiliki izin dari instansi yang berwenang, memiliki kejelasan tentang bentuk badan hukum dan domisili hukum. Ini penting agar kelak jika terjadi sesuatu dengan badan usaha tersebut masyarakat bisa dengan mudah untuk meminta penjelasan bahkan pertanggungjawaban. Lebih baik mencari yang jelas dengan keuntungan yang sedikit daripada terlena dengan iming-iming untung besar tetapi akhirnya terjerumus dalam jeratan kerugian yang tidak sedikit.

Suasana sulit sering membuat sebagian orang kreatif dalam usaha mencari uang. Ketika usaha kreatif tersebut menimbulkan dampak saling membangun tidak ada masalah, tetapi ketika usaha kreatif berpotensi untuk membuat orang semakin susah ada baiknya dihindari. Usaha MMM sesungguhnya memiliki makna mulia, tetapi tidak masuk akal karena tidak rasional. Karenanya, masyarakat silakan secara kritis melihat mana yang layak dan mana yang tidak layak diikuti. Untuk perekonomian Indonesia yang semakin baik ke depan, masyarakat Indonesia menolong masyarakat Indonesia yang lain.

 

Penulis adalah staf UPT Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) Politeknik Unggul Medan

Tulisan ini telah dimuat di Harian Medan Bisnis Edisi Kamis, 23 April 2015

(http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2015/04/23/159789/waspadai-jeratan-mavrodi-mondial-moneybox/#.VTnF_NLtmko)