Menu

:

Memaksimalkan Pasar Induk Medan

Dipos Oleh : Admin LP3M
Dibaca : 1.244 kali
24 April 2015 12:05:16

Oleh: Ramen A Purba,S.Kom.,M.Kom. 

Pasar Induk Medan, Jalan Bunga Turi, Ke­lurahan Lau Cih, Kecamatan Medan Tun­tungan akan segera bero­pe­rasi. Pasar In­duk ini dikatakan merupakan pasar yang terbesar di Pulau Sumatera. Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin menga­takan, Nan­­tinya pasar seluas 12 hektar ini akan menjadi urat nadi perekonomian di Kota Medan. Disebutkannya, seluruh fasilitas Pasar Induk yang memadukan konsep Pasar Induk Depok dan Pasar Induk Tanggerang ini, sudah siap diper­guna­kan. Antara lain fasilitas grosir, sub grosir, kantin, mushola, per­kantoran, tempat penjualan buah, mess sopir dan peng­olah­an sampah organik.

Tentunya ini menjadi sebuah kebang­gaan bagi kita segenap war­ga kota me­dan, mengingat pasar induk ini terletak di kawas­an kota Medan. Segenap peda­gang yang dulunya berda­gang di pasar sambu bisa pindah ke tempat yang lebih baik dan bersih. Selama ini kondisi yang ter­jadi si pasar sambu terke­san sangat sem­rawut. Kondisi lalu lintas begitu be­ran­takan dan setiap saat jalanan macet dan polusi suara terdengar sangat tidak me­ngenakkan. Selain itu, kondisi jalan me­nuju pasar sambu juga terkesan tidak te­rawat, karena ketika hujan turun ja­lanan menjadi tergenang air dan teren­dam lumpur. Sebuah kondisi yang ten­tu­nya sangat tidak nyaman, sehingga mem­buat banyak warga kota medan yang enggan untuk datang dan berbelan­ja ke pasar sambu.

Dilema ini menjadi terjawab dengan di­tetapkannya lokasi baru untuk menjadi pasar induk medan. Banyak pihak yang meng­­klaim bahwa lokasi baru ini akan lebih asri dan bersih. Selain itu lokasinya juga masih dalam kategori tertib lalu lintas, sehingga kemacetan bisa terhin­dari. Lokasi baru ini juga terkesan masih ter­tib sehingga polusi suara masih belum ada. Suasana seperti ini tentunya akan me­ngundang daya tarik konsumen untuk da­tang dan berbelanja di pasar induk de­ngan lokasi yang baru ini. Pihak peme­rin­tahan kota Medan (Pemko Medan) sepertinya mengerti dengan kondisi dan keingan warga­nya untuk memiliki lokasi belanja yang lengkap, bersih dan mum­puni. Tetapi pihak Pemko Medan harus te­tap melaku­kan pengawasan mengingat pe­dagang-pedagang yang akan dire­lokasi jumlahnya bisa saja ribuan.

Pihak PD pasar juga harus adil dalam mela­kukan pem­bagian lapak kepada para pedagang. Dirut Perusahaan Daerah Pasar (PD Pasar) Kota Medan Benny Sihotang mengatakan, sudah ada 1200 pedagang yang mendaftar untuk berjua­lan di pasar induk Medan yang baru. Ten­tunya ini bukan jumlah yang sedikit. Pi­hak PD pasar harus diingatkan dengan kon­disi relokasi pedagang yang terjadi di tempat lain seperti di Jakarta. Proses re­lokasi sering kali berakhir ricuh karena pe­dagang me­rasa bahwa lokasi yang di­berikan kepadanya tidak atau kurang stra­tegis. Ini menjadi tugas PD Pasar un­tuk menjaga kon­disi agar tetap kon­dun­sif. Selain itu pihak PD Pasar juga harus mem­pelajari psikologis para pedagang yang pada umum­nya terdiri dari ibu-ibu. Jangan sampai hanya gara-gara sedikit per­bedaan keributan terjadi yang ujung-ujung­nya menyebabkan munculnya per­ma­salahan baru yang menjadi polemik.

Kepada para pelanggan atau konsu­men juga, harus bersiap-siap untuk me­mutar haluan dari sudut ke sudut. Pe­lang­gan yang biasanya memperoleh pe­man­dangan yang semrawut, kini akan men­da­patkan suasa yang lebih tertib. Untuk membantu para pedagang, para pelang­gan diharapkan untuk rela datang membeli perlengkapan ke­bu­tu­hann­ya ke pasar induk Medan ini. Me­mang masya­ra­­kat saat ini lebih memi­lih be­lanja ke plaza dan Mal-mal dari pada be­lan­ja ke pajak atau pasar tradi­sio­nal. Te­tapi saat ini, paradigma berpikir itu bisa diubah­kan dengan munculnya pasar induk Me­dan ini. Karenanya pengelola PD pasar ha­rus membuat pasar induk Medan ini men­jadi tempat berbelanja yang nyaman dan bersih.

Menjaga Suasana

Berbicara tentang relokasi pasar sering terkendala dan tidak jarang terjadi keribu­tan. Tentunya suasana dan kondisi tersebut jangan sampai terjadi sewaktu proses relokasi di pasar induk Me­dan ini. Ini menjadi tugas Pemko Medan bekerja­sama dengan PD Pasar untuk menjaga agar keributan tidak terjadi. Ketika me­lihat kondisi sewaktu terjadi relokasi pe­da­gang di pasar tanah abang DKI Ja­karta, banyak juga pedagang yang ribut ka­rena tidak mendapatkan lapak untuk tem­pat berjua­lan. Kondisi ini hendaknya bisa menjadi pemikiran juga oleh pihak PD Pasar agar menyiapkan lapak tempat be­rjua­lan sesuai de­­ngan jumlah para pedagang yang akan me­nempati pasar induk ini. Apabila kelak ter­jadi keribu­tan, maka hal tersebut bisa mem­buat suasana menjadi tidak baik dan me­nakut­kan. Tidak hanya bagi para pe­dagang sen­diri, tetapi juga terhadap ma­syarakat sekitar. Apabila perlu untuk men­jaga hal ter­sebut agar jangan sampai ter­jadi, pi­hak Pemko dan PD Pasar sebisanya be­ker­jasama dengan aparat keamanan seperti Polri dan TNI.

Untuk menjaga kenyamanan terkait pengunjung, Pemko dan PD pasar juga ha­rus memikirkan hal-hal yang membuat keadaan senantiasa nyaman dan tentram. Penting menjaga hal tersebut, karena para pengunjung tidak akan menyukai sua­sana yang tidak tertib, kurang bersih, dan kurang nyaman. Karenanya pihak Pemko dan PD Pasar ada baiknya melakukan hal-hal sebagai berikut :

1. Menjaga keadaan pasar agar tetap aman. Aman dalam artian, tingkat keisengan misalnya, copet, jambret dan sejenisnya harus segera diantisi­pasi untuk diminimalkan.

2. Menjaga keadaan pasar agar tetap ber­sih. Bersih membuat pelanggan be­tah untuk berbelanja atau mela­ku­kan aktivitas lain.

3. Menyiapkan sarana perparkiran yang layak, tertib, dan aman. Kondisi se­perti ini juga perlu dipikirkan. Agar ma­syarakat tidak kesulitan ketika mem­bawa kendaraan. Pihak PD Pasar juga perlu memikirkan untuk memi­sah­­kan parkir pengunjung, dengan par­kir para pedagang untuk melaku­kan bongkar muat barang atau kegia­tan lain.

4. Ada baiknya para pemuda yang belum me­miliki pekerjaan tetap untuk diberi­kan pekerjaan berkaitan dengan aktivi­tas pasar, agar tidak meng­ganggu pe­ngunjung atau konsumen yang hendak melakukan aktivitas, Mi­salnya memin­ta uang tips dan kegiatan lain yang kurang terpuji.

5. PD Pasar juga perlu untuk membuat pengelompokan pe­da­gang, hal ini penting agar para pengunjung atau kon­sumen dapat dengan mudah berbelanja tanpa harus kesana-kemari yang ujung-ujungnya tidak efesien dan memakan waktu. Misalnya, ada lorong buah, ada lorong pakaian, ada lorong makanan, dan sebagainya.

6. Tidak ada salahnya jika pihak PD Pasar melakukan studi ban­ding ke daerah atau negara lain yang memiliki pasar induk yang tertib dan bersih. Kualitas pasar yang sudah diakui dunia. Ini begitu penting agar kita bisa memetik mak­na positif yang bisa kita terapkan untuk kebaikan pengelolaan pasar induk Medan ini.

Masukan diatas memang terkesan sa­ngat sederhana, tetapi me­nurut saya sebagai penulis hal tersebut perlu menjadi se­buah pemikiran dan alangkah baiknya bila dilaksanakan, untuk menambah ma­sukan agar pasar induk medan bisa men­jadi lebih baik dan terjaga. Ada catatan dan be­ban karena pasar induk Medan ini di­klaim sebagai pasar terbesar di pulau su­ma­tera. Tentunya ini memberikan beban ter­­sendiri untuk menjaga nama baik pasar induk ini sendiri. Apabila memungkinkan, pasar induk ini bisa menjadi pasar percon­tohan untuk pengelolaan pasar di daerah lain yang ingin melakukan pembukaan atau relokasi pasar induk. Untuk menjadi baik tentu bukan merupakan pekerjaan yang mudah dan gampang. Tetapi membu­tuh­kan perjuangan dan kerja keras, selain itu juga membutuhkan kerjasama semua pihak. Karenanya, semua pihak harus ber­sinergi untuk kemajuan pasar induk medan ini. Ketika semua berjalan de­ngan baik akan menambah nilai positif ter­hadap kota me­dan. Jadi mari memaksi­malkan pasar induk medan untuk pemenu­han kebutuhan kita semua. 

 

Penulis adalah Staf UPT LPPM (Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat) Politeknik Unggul LP3M Medan

Tulisan pernah dimuat di Harian Analisa Analisa Medan Edisi Sabtu, 18 April 2015

(http://analisadaily.com/opini/news/memaksimalkan-pasar-induk-medan/125714/2015/04/18