Menu

:

“Duka” Pembawa Perubahan

Dipos Oleh : Admin LP3M
Dibaca : 857 kali
28 April 2015 10:49:26

Oleh: Ramen A Purba, S.Kom.,M.Kom.

Berbicara tentang duka ten­tu­nya banyak pihak yang akan meng­hin­dari bahkan tidak ingin mengalami sua­sana tersebut. Dalam kamus bahasa In­donesia, duka berarti susah hati atau se­dih hati. Dari pengertian ini dapat di­simpulkan bahwa duka merupakan sua­­sana hati yang hancur dan sedih yang disebabkan karena mengalami kejadian yang tidak baik.

Saat ini Indonesia sedang berduka yang cukup dalam, ketika akhir tahun 2014 pesawat AirAsia QZ8501 jatuh di laut pangkalan bun kalimantan. Ke­jadian tersebut merenggut korban jiwa yang tidak sedikit. Sebanyak 155 pe­num­pang dan 7 awak menjadi korban da­lam kejadian tersebut.

Pesawat naas ini berangkat dari Su­­­ra­baya menuju ke Singapura. Para kor­­­­ban yang rata-rata bertujuan ingin ber­­­­­libur dan berjumpa keluarga harus ber­­­­­pi­sah dengan keluarga yang me­reka sa­yangi. Betapa miris hati setiap kali me­nyak­sikan informasi media yang mem­perlihatkan proses-proses pen­­­­ca­rian dan evakuasi para korban. Se­­­­mua pihak memberikan perhatian yang luar biasa terhadap kejadian ini. Tak hanya pemerintahan dalam ne­geri, negara tetangga juga turut be­rem­­­pati terhadap kejadian yang me­mi­­lu­kan ini. Kemen­terian Luar Negeri (Kem­­lu) mencatat ada 16 negara yang mem­­bantu dengan teknologi canggih mereka.

Setiap kejadian tentu ada hikmah yang akan ditinggalkan atau diberikan. De­mi­kian juga dengan kejadian ja­tuhnya pe­sawat AirAsia QZ8501 ini. Begitu ba­nyak spekulasi yang tiba-tiba muncul se­telah jatuhnya pesawat ini. Banyak pi­hak yang mengeluarkan state­ment pe­rihal jatuhnya pesawat. Bah­kan ada pihak yang saling me­nya­lahkan dan ada pihak yang seolah-olah mencari kambing hitam.

Apapun ceritanya harus ada pence­ra­han tentang kejadian ini. Jatuhnya pe­sawat AirAsia QZ8501 ini kembali mem­berikan pembe­lajaran penting ter­hadap industri transportasi tanah air. Dinas Perhubungan seperti di tembak habis dengan kejadian ini. Ada kesalahan yang tiba-tiba terung­kap, seperti ilegalnya jadwal pener­ba­ngan yang tidak sesuai prosedur, ada yang bermain dalam pemberian ijin terbang, mungkin masih banyak lagi yang akan terbuka yang tentunya harus diselesai­kan untuk menjadikan transportasi di Indonesia menjadi semakin baik lagi.

Menteri Perhubungan Ignatius Jo­nan dituntut untuk bekerja keras di awal-awal tugasnya sebagai menteri. Pak Menteri harus menunjukkan ki­nerja yang baik seperti ketika me­mimpin PT. Kereta Api Indonesia.

Pembenahan Industri Transportasi

Sebagai Negara yang berkembang In­­donesia sudah memiliki media trans­­por­tasi yang lengkap. Sarana trans­­port­asi, darat, laut, dan udara su­dah di­miliki oleh Indonesia. Masing-ma­sing d­ip­ercayakan pengaturannya dalam ben­tuk Badan Usaha Milik Ne­gara (BU­MN). Dalam Undang-un­dang No. 14 tahun 1992 dikatakan bah­­wa transportasi mempunyai pe­ra­nan penting dan strategis untuk me­man­­­tapkan perwuju­dan wawasan nu­sa­n­­tara, memperkukuh ke­tahanan na­sio­nal, dan mempererat hu­bungan an­tar bangsa dalam usaha men­capai tu­juan nasional berdasarkan Pan­casila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Dari pernyataan tersebut terlihat je­­las peranan sarana transportasi se­ba­­gai komponen penting dalam pem­ba­­­ngunan. Oleh karenanya perlu per­ha­­tian dan perlakukan yang baik dari se­­mua pihak dalam hal kemajuan dan ke­seragaman media transportasi ini.

Pembenahahan sarana transportasi ten­tunya akan meningkatkan kese­jah­teraan rakyat. Kesejahteraan rakyat merupakan amanah besar yang harus dijunjung tinggi oleh semua elemen di Negeri ini. Pembenahan sarana trans­por­­tasi juga akan meminimalkan ke­ja­dian-kejadian yang membawa duka bagi Negeri ini. Banyak teknik dan trik pem­benahan yang dapat dila­ku­kan, mu­lai dari hal teknis sampai de­ngan pem­be­nahan Sumber Daya Ma­nusia (SDM). Alang­kah baik dan in­dahnya jika kita ti­dak lagi disuguhi dengan kejadian-ke­jadian duka yang lain karena ter­lambatnya pembenahan untuk sesuatu yang lebih baik. Kinerja semua pihak yang terlibat dalam industri transportasi yang dibutuhkan dalam hal ini.

Segera Berubah Sebelum Ber “Duka” Lagi

Perubahan yang baik akan mem­ba­wa kehidupan yang baik. Tidak ada orang yang ingin berduka. Apalagi ka­rena sesuatu yang tidak tepat. Duka me­mang merupakan rahasia ilahi yang tidak dapat ditebak atau diketahui oleh sia­pa­pun kecuali oleh Empunya ke­hi­dupan. Oleh karenanya perubahan dan pem­be­lajaran yang cepat sangat di­bu­tuhkan untuk menghindari duka-duka yang lain yang bisa saja dicegah.

Ja­ngan kiranya duka yang membuat sistem menjadi terbuka.Jangan kiranya duka yang membuat sesuatu yang tidak baik menjadi kelihatan. Hendaknya duka membawa perubahan dan pembela­jaran akan kelemahan yang hendak­nya segera diselesaikan.

Pemerintahan Jokowi-JK akan me­ma­suki masa 100 hari kerja. Hendaknya duka yang terjadi di AirAsia QZ8501 mem­bawa pembe­lajaran untuk kehi­dupan Bangsa Indonesia yang lebih ma­pan khususnya dalam bidang sarana transportasi.

Akan banyak evaluasi yang disam­paikan oleh berbagai pihak dalam hal kejadian dalam bdang transportasi ini. Tetapi hendaknya pihak-pihak terkait dapat mengambil nilai positif yang mem­bangun. Kedewasaan diri sangat dibutuhkan dalam pengembangan dan perubahan. Kehidupan rakyat dan kese­jahteraan rakyat Indonesia bukan hanya untuk hari ini dan esok.

Tetapi untuk generasi kini dan gene­rasi yang akan datang. Mari semua ele­men bersinergi dalam hal positif untuk sesuatu yang indah kedepan. Hendaknya duka AirAsia memberi pelajaran yang baik untuk sesuatu yang lebih baik ke­depan. Kita sebagai rakyat juga turut mendoakan agar segala sesuatu dapat ber­jalan dengan baik dan kepentingan rakyat tetap menjadi yang nomor sa­tu.***

 

Penulis adalah Staf UPT LPPM Politeknik Unggul LP3M Medan

Artikel ini telah dimuat di Harian Analisa edisi Kamis, 15 Januari 2015 

http://analisadaily.com/opini/news/duka-pembawa-perubahan/98582/2015/01/15